Efektivitas kelompok dipengaruhi:
1. Tujuan: Mudah dimengerti oleh anggota kelompok, relevan dengan kebutuhan anggota, mengisyaratkan saling ketergantungan dan membangkitkan komitmen tingkat tinggi dari anggota untuk mencapainya.
2. Anggota harus mengkomunikasikan ide-ide dan perasaan
3. Partisipasi dan kepemimpinan harus terdistribusikan antar anggota
- Tanggung jawab
- Semua orang terlibat dalam pekerjaan kelompok, setia terhadap
kebutuhan kelompok dan puas terhadap keanggotaannya
- Sumber daya (potensi anggota dimanfaatkan)
- Meningkatkan kohesivitas kelompok
4. Prosedur pengambilan keputusan: tepat dan fleksibel
5. Kekuasaan dan pengaruh: keahlian kemampuan
6. Konflik: kontroversi ide / opini
7. Kohesivitas meningkat:
- Saling menyukai
- Ingin terus menjadi bagian kelompok
- Puas terhadap keanggotaan
- Tingkat penerimaan, dukungannya dan kepercayaan meningkat
8. Kemampuan memecahkan masalah
- Merasakan adanya masalah
- Mencari dan menetapkan solusi
- Mengevaluasi efektivitas solusi
Selasa, 12 Oktober 2010
Rabu, 06 Oktober 2010
Pendekatan terhadap studi tentang kelompok
1. Pendekatan Teoritis
a. Teori Sintalitas Kelompok (Group Syntality Theory)
Teori Sintalitas Kelompok merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948. Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat. Dalam teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Dengan alasan ini, Cattell dengan teorinya dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok.
Sumber : http://newchoi.blogspot.com/2010/05/komunikasi-kelompok.html
a. Teori Sintalitas Kelompok (Group Syntality Theory)
Teori Sintalitas Kelompok merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948. Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat. Dalam teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Dengan alasan ini, Cattell dengan teorinya dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok.
Sumber : http://newchoi.blogspot.com/2010/05/komunikasi-kelompok.html
Psikologi kelompok psikologi sosial
Psikologi kelompok psikologi sosial
Sosial adalah hubungan individu yang satu dengan yang lainnya dimana individu yang satu dapat mempengaruhi yang lainnya (Walgito, 1987).
Kelompok: serangkaian individu yang mempunyai persamaan-persamaan dan saling berdekatan dan yang terlibat dalam satu tugas bersama, sehingga anggota kelompok saling bergantung demi mencapai tujuan bersama (Sarwono,1991).
Interaksi kelompok dapat diartikan sebagai hubungan individu dengan kelompok atau sebaliknya yang dapat mempengaruhi satu dengan lainnya dalam mencapai tujuan bersama di dalam kelompok.
Dalam berinteraksi perlu penyesuaian diri dari individu yang berinteraksi (Gerungan,1991). Penyesuaian diri dapat dilakukan dalam 2 cara: mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungannya/pasif (auto plastis) dan mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan diri/aktif (aloplastis). Pada psikologi ini yang dibicarakan adalah manusia sebagai anggota masyarakat. Jadi meninjau interaksi dalam kelompok, bagaimana hubungan individu yang satu dengan yang lain dalam kelompok itu.
Pada sosisiologi masalah yang dibicarakan adalah tentang kelompok-kelompok manusia sebagai satu kesatuan. Misalnya tentang macam-macam kelompok, perubahan-perubahannya, macam-macam pimpinan dan sebagainya.
Sosial adalah hubungan individu yang satu dengan yang lainnya dimana individu yang satu dapat mempengaruhi yang lainnya (Walgito, 1987).
Kelompok: serangkaian individu yang mempunyai persamaan-persamaan dan saling berdekatan dan yang terlibat dalam satu tugas bersama, sehingga anggota kelompok saling bergantung demi mencapai tujuan bersama (Sarwono,1991).
Interaksi kelompok dapat diartikan sebagai hubungan individu dengan kelompok atau sebaliknya yang dapat mempengaruhi satu dengan lainnya dalam mencapai tujuan bersama di dalam kelompok.
Dalam berinteraksi perlu penyesuaian diri dari individu yang berinteraksi (Gerungan,1991). Penyesuaian diri dapat dilakukan dalam 2 cara: mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungannya/pasif (auto plastis) dan mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan diri/aktif (aloplastis). Pada psikologi ini yang dibicarakan adalah manusia sebagai anggota masyarakat. Jadi meninjau interaksi dalam kelompok, bagaimana hubungan individu yang satu dengan yang lain dalam kelompok itu.
Pada sosisiologi masalah yang dibicarakan adalah tentang kelompok-kelompok manusia sebagai satu kesatuan. Misalnya tentang macam-macam kelompok, perubahan-perubahannya, macam-macam pimpinan dan sebagainya.
PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK
1. Dinamika Kelompok adalah suatu penyelidikan tentang hubungan sebab akibat di
dalam kelompok; suatu penyelidikan tentang saling hubungan antar anggota di dalam
kelompok; bagaimana kelompok terbentuk, dan bagaimana suatu kelompok berreaksi
terhadap kelompok lain. Dinamika Kelompok juga mencakup studi tentang
Cohesiveness, Leadership, Proses pengambilan keputusan dan pembentukkan
subkelompok (J.P. Chaplin, Dictionary of Psychology).
2. Slamet Santosa (2004: 5), mengartikan Dinamika Kelompok sebagai suatu
kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan
psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain; antar anggota
kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami
secara bersama-sama.
3. Dinamika Kelompok adalah suatu Istilah yang digunakan untuk menghubungkan
kekuatan-kekuatan aspek pekerjaan kelompok. Pada dasarnya, Dinamika Kelompok
mengacu pada kekuatan Interaksional dalam kelompok yang ditata dan dilaksanakan
untuk mencapai tujuan para anggota (Suardi: 1998).
Sumber; Tuckman, 1965: Tuckman &Jensen, 1977
dalam kelompok; suatu penyelidikan tentang saling hubungan antar anggota di dalam
kelompok; bagaimana kelompok terbentuk, dan bagaimana suatu kelompok berreaksi
terhadap kelompok lain. Dinamika Kelompok juga mencakup studi tentang
Cohesiveness, Leadership, Proses pengambilan keputusan dan pembentukkan
subkelompok (J.P. Chaplin, Dictionary of Psychology).
2. Slamet Santosa (2004: 5), mengartikan Dinamika Kelompok sebagai suatu
kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan
psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain; antar anggota
kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami
secara bersama-sama.
3. Dinamika Kelompok adalah suatu Istilah yang digunakan untuk menghubungkan
kekuatan-kekuatan aspek pekerjaan kelompok. Pada dasarnya, Dinamika Kelompok
mengacu pada kekuatan Interaksional dalam kelompok yang ditata dan dilaksanakan
untuk mencapai tujuan para anggota (Suardi: 1998).
Sumber; Tuckman, 1965: Tuckman &Jensen, 1977
PENGERTIAN KELOMPOK
Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tentang kelompok, diantaranya :
Hornby, A.S (1973: 441) berpendapat bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau
benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah
berkumpul. (A number of persons or things gathered, or naturally associated).
Webster (1989: 425) mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau
benda yang bergabung secara erat dan menganggap dirinya sebagai suatu kesatuan.
(Sherif: 1962), berpendapat Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah
individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai
dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan
norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompokny
slamet Santosa (1992: 8), “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa
individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan
cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
Sumber; Tuckman, 1965: Tuckman &Jensen, 1977
Hornby, A.S (1973: 441) berpendapat bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau
benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah
berkumpul. (A number of persons or things gathered, or naturally associated).
Webster (1989: 425) mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau
benda yang bergabung secara erat dan menganggap dirinya sebagai suatu kesatuan.
(Sherif: 1962), berpendapat Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah
individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai
dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan
norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompokny
slamet Santosa (1992: 8), “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa
individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan
cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
Sumber; Tuckman, 1965: Tuckman &Jensen, 1977
Senin, 04 Oktober 2010
Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok
Pencipta dan Sejarah Teori
Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok dikemukakan oleh Bion pada tahun 1948-1951. Sebelumnya Bion melakukan pengamatan dan partisipasinya dalam kelompok-kelompok terapi
Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok berawal dari teori neo-analisis. Teori neo-analisis lahir dari aliran-aliran neo-analisis yang bersumber pada teori Freud. Ada pula tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori tersebut, seperti Sullivan, Adler, Fromm, dan Hornay.
Asumsi Dasar dan Uraian Teori
Asumsi dasar dari teori psikodinamika dari fungsi kelompok, yaitu kelompok bukanlah sekedar kumpulan individu, melainkan merupakan suatu satuan dengan ciri dinamika dan emosi tersendiri. Kelompok-kelompok ini memiliki ciri, yaitu berfungsi pada taraf tidak sadar yang berdasarkan atas suatu kecemasan dan motivasi yang ada dalam diri manusia.
Seperti yang diungkapkan oleh Sigmund Freud, dalam teori ini ada tiga kepribadian dalam suatu kelompok, yang terdiri atas :
a. Kebutuhan-kebutuhan dan motif-motif (fungsi id),
b. Tujuan dan mekanisme (fungsi ego), dan
c. Keterbatasan-keterbatasan (fungsi superego).
Kelompok kerja juga dibicarakan dalam teori ini. Kelompok kerja merupakan suatu kelompok yang bertujuan untuk melaksanakan tugas. Ada sejumlah peraturan dan prosedur yang harus dilakukan. Bion cenderung menamakan kelompok kerja ini sebagai kelompok yang bertaraf tinggi (sophisticated).
sumber: http://ayurai.blog.friendster.com/2010/04/teori-teori-komunikasi-kelompok/
Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok dikemukakan oleh Bion pada tahun 1948-1951. Sebelumnya Bion melakukan pengamatan dan partisipasinya dalam kelompok-kelompok terapi
Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok berawal dari teori neo-analisis. Teori neo-analisis lahir dari aliran-aliran neo-analisis yang bersumber pada teori Freud. Ada pula tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori tersebut, seperti Sullivan, Adler, Fromm, dan Hornay.
Asumsi Dasar dan Uraian Teori
Asumsi dasar dari teori psikodinamika dari fungsi kelompok, yaitu kelompok bukanlah sekedar kumpulan individu, melainkan merupakan suatu satuan dengan ciri dinamika dan emosi tersendiri. Kelompok-kelompok ini memiliki ciri, yaitu berfungsi pada taraf tidak sadar yang berdasarkan atas suatu kecemasan dan motivasi yang ada dalam diri manusia.
Seperti yang diungkapkan oleh Sigmund Freud, dalam teori ini ada tiga kepribadian dalam suatu kelompok, yang terdiri atas :
a. Kebutuhan-kebutuhan dan motif-motif (fungsi id),
b. Tujuan dan mekanisme (fungsi ego), dan
c. Keterbatasan-keterbatasan (fungsi superego).
Kelompok kerja juga dibicarakan dalam teori ini. Kelompok kerja merupakan suatu kelompok yang bertujuan untuk melaksanakan tugas. Ada sejumlah peraturan dan prosedur yang harus dilakukan. Bion cenderung menamakan kelompok kerja ini sebagai kelompok yang bertaraf tinggi (sophisticated).
sumber: http://ayurai.blog.friendster.com/2010/04/teori-teori-komunikasi-kelompok/
Fungsi dinamika kelompok
• Membentuk kerja sama yang saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup ( membentuk jejaring / networking )
• Memudahkan segala pekerjaan ( banyak pekerjaan yang tidak dapat dilakukan tanpa bantuan orang lain )
• (terjadi pembagian tugas ) : Mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga lebih cepat, efektif, dan efisien
• Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat ( Dalam kelompok individu dapat memberikan masukan, berinteraksi dan memiliki peranan yang sama dalam masyarakat. )
Sumber : http://blog.unila.ac.id/rone/mata-kuliah/psikologi-sosial/
• Memudahkan segala pekerjaan ( banyak pekerjaan yang tidak dapat dilakukan tanpa bantuan orang lain )
• (terjadi pembagian tugas ) : Mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga lebih cepat, efektif, dan efisien
• Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat ( Dalam kelompok individu dapat memberikan masukan, berinteraksi dan memiliki peranan yang sama dalam masyarakat. )
Sumber : http://blog.unila.ac.id/rone/mata-kuliah/psikologi-sosial/
Langganan:
Postingan (Atom)
