Rabu, 05 Mei 2010

MEMINIMALISASI AUTISME SEJAK ANAK DALAM KANDUNGAN (BAG:5-SELESAI)

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Fasli Jalal menyebutkan 200 sekolah inklusi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia pada saat dinilai pemerintah masih kurang. "Karenanya kami berencana untuk menambah sekolah inklusi menjadi 1.000 unit di akhir tahun 2014," katanya.Wakil Menteri juga menambahkan, anggaran yang dialokasikan untuk sekolah inklusi yang digabungkan dengan anggaran untuk penanganan pendidikan luar biasa untuk anak-anak yang memerlukan kebutuhan khusus secara keseluruhan sebesar Rp500 miliar per tahun. Sementara itu, sekolah inklusi merupakan sekolah umum yang diberi kesadaran, dilengkapi fasilitas, program tambahan dan guru tambahan untuk menangani dengan ramah atau menampung anak-anak autis."Dengan masuk ke dalam sekolah inklusi maka anak autis bisa bergaul dengan anak-anak biasa dan lingkungan suasana sekolah diharapkan bisa membuat mereka mengejar ketertinggalannya," katanya. Wamendiknas juga menambahkan, kecuali bagi anak autis yang sangat membutuhkan perhatian khusus baru dimasukkan ke sekolah khusus atau pusat rehabilitasi(ant)



OLEH: WURYANTI PUSPITASARI

MEMINIMALISASI AUTISME SEJAK ANAK DALAM KANDUNGAN (BAG :4)

Ia juga menambahkan, kenyataan menunjukkan, apabila individu dengan autisme memperoleh perhatian, penanganan, kesempatan serta dukungan positif yang memadai dari keluarga dan masyarakat sekitar maka besar kemungkinan ia akan bisa berkembang dengan optimal.Karena itu , ia berharap, selain perhatian dari pemerintah, masyarakat juga harus memiliki andil besar dalam memperhatikan penyandang autisme."Dengan mengenali dan memahami autisme maka secara langsung atau tidak langsung dapat membantu penyandang autisme untuk berkembang menjadi lebih baik," katanya. Melly mengatakan, untuk meminimalkan kekurangan dan mengoptimalkan kemampuan yang positif pada anak dengan autisme, diperlukan deteksi dan penanganan yang dini dan sesuai dengan permasalahan masing-masing anak yang unik. Yayasan Autisme juga berharap, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional dan kementerian atau sektor terkait lainnya untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap penanganan autisme di Indonesia Seekolah inklusi Sementara itu, pemerintah menargetkan jumlah sekolah inklusi bagi penyandang autisme yang ada di seluruh Indonesia pada tahun 2014 akan berjumlah 1.000 unit jika dibandingkan dengan sekitar 200 unit yang telah ada pada saat ini.
OLEH: WURYANTI PUSPITA

MEMINIMALISASI AUTISME SEJAK ANAK DALAM KANDUNGAN (BAG :3)

Perhatian Pemerintah Sementara itu, Yayasan Autisma menilai pemerintah kurang memperhatikan penyandang autisme. Hal tersebut dibuktikan dengan belum adanya survei tentang berapa jumlah total penderita autisme di Indonesia. "Jangankan di Indonesia, setingkat Jakarta saja belum dilakukan survei," kata Melly. Padahal menurut dia, hal itu penting sebagai tolak ukur penanganan autisme di Indonesia.Ia juga menambahkan, meskipun tidak ada survei, pihaknya meyakini jumlah penderita autisme di Indonesia terus meningkat setiap tahun.Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pasien autisme yang berobat atau menjalankan terapi ditempatnya. "Pada tahun 80- an , jumlah pasien saya tiga orang per tahun, Sedangkan pada ada saat ini pasien baru saya tiga hingga empat orang per hari," katanya.Menurut Melly , hal tersebut sangat memprihatinkan sehingga perlu segera ditangani oleh seluruh kalngan baik pemerintah, sektor terkait, maupun masyarakat luas.


OLEH: WURYANTI PUSPITASARI

MEMINIMALISASI AUTISME SEJAK ANAK DALAM KANDUNGAN (BAG:2)

"Bagi anak yang memiliki gen kuat, maka tidak akan mudah terserang kuman. Namun mareka yang gen nya sudah lemah bisa dengan mudah terserang," katanya.
Karena itu, ia menyarankan kepada seluruh ibu yang sedang mengandung untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung mercury atau logam berat yang tinggi.
"Ibu hamil harus mengkonsumsi banyak air putih dan jangan terlalu banyak merokok, kopi, dan mengkonsumsi ikan laut karena memiliki kemungkinan tercemar logam berat," katanya. Ia juga menambahkan bahwa ibu hamil dilarang juga menambal gigi yang mengandung amalgam, karena dinilainya banyak mengandung logam berat.
Sementara itu, ia juga mengatakan, jika anak yang dilahirkan ternyata mengidap autisme maka orang tua harus melakukan pemeriksaan yang menyeluruh, mengenai apa kelebihan dan kekurangan anak. Selain itu, diperiksa juga berapa banyak kandungan logam berat, tingkatan alergi makanan, gangguan pencernaan yang dimiliki dan lain sebagainya.
"Kalau sehak kecil sudah diterapi, dididik dengan baik maka perkembangannya akan bagus meskipun tidak 100 persen gejalanya akan hilang," katanya.
OLEH: WURYANTI PUSPITASARI

MEMINIMALISASI AUTISME SEJAK ANAK DALAM KANDUNGAN (BAG:1)

Jakarta, Seluruh orang tua yang ada di belahan bumi bagian manapun tentu tidak ingin buah hatinya menjadi penyandang autisme. Karena menyandang autisme berarti memiliki kondisi membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitif, aktivitas dan minat yang obsesif. Penderita autisme berarti memiliki permasalahan dalam interaksi sosial, komunikasi, perilaku dan emosi, pola bermain, gangguan sensorik dan motorik serta perkembangan terlambat atau tidak normal.
Ketua Yayasan Autisma Indonesia, Dr Melly Budhiman, SpKJ mengatakan autisme tidak bisa dicegah, melainkan hanya bisa diminimalisasi sejak dalam kandungan. "Pada saat pembuahan, anak mendapatkan gen yang lemah dari kedua orang tuanya, maka sistem kekebalan tubuhnya akan sangat lemah dan tidak bisa melawan kuman-kuman," katanya.Ditambah lagi, setelah dilahirkan anak yang daya tahan tubuhnya sudah rendah terkena polusi yang mengandung banyak timbal dan mercury.
OLEH: WURYANTI PUSPITASARI

Anak Special Needs Butuh Perhatian Ekstra (bag :2-selesai)

Beliau mengatakan komit mendukung dan menangani pendidikan anak berkebutuan khusus di Aceh. Ini perlu mendapat apresiasi, ternyata sudah ada niat dan langkah serius dari pemerintah daerah untuk menangani pendidikan anak special needs,” katanya.Pada sesi audiensi dan makan malam yang difasilitasi di Rumah Dinas Wagub Aceh tersebut, Kak Seto juga mendengarkan Muhammad Nazar mendeklarasikan bahwasanya Pemerintah Aceh akan memberikan bantuan pendidikan bagi sekolah My Hope melalui APBA tahun 2010.Pemerhati masalah anak-anak ini juga mengaku gembira mengetahui Darwati A Gani sebagai istri Gubernur Aceh memberi perhatian khusus membuka seminar nasional tentang anak special needs pada Rabu (28/10) lalu. “Bagi saya, keterlibatan Ibu Darwati A Gani, sebagai Istri Gubernur Aceh, Ibu Illiza sebagai Wakil Walikota Banda Aceh, dan pihak dari Dinas Pendidikan Aceh dalam serangkaian proses penggalangan bantuan pendidikan ABK, menjadi angin segar bagi orang tua dan anak special needs Aceh. Mudah-mudahan dukungan seperti ini terus mengalir dan terealisasi,” harapnya.
sumber : www.serambinews.com

Anak Special Needs Butuh Perhatian Ekstra (bag:1)

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi menilai anak-anak berkebutuhan khusus (special needs) di Aceh sangat membutuhkan kepedulian dan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah. Upaya ini perlu dilakukan mengingat jumlah anak berkebutuhan khusus, terutama anak autis di Aceh terus bertambah.“Sebagian besar anak berkebutuhan khusus berasal dari keluarga tidak mampu, padahal untuk memberikan pendidikan dan terapi yang tepat untuk mereka butuh biaya yang tidak sedikit. Mendidik anak special needs butuh ekstra tenaga dan ekstra dana,” kata psikolog Anak yang akrab disapa Kak Seto ituIa yakin pemerintah Aceh akan bertindak adil dalam hal pemberian kesempatan memperoleh pendidikan untuk semua masyarakat Aceh. “Tidak hanya terbatas pada memberikan kesempatan untuk anak-anak normal tapi juga untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau special needs,” imbuh Ketua Yayasan Nakula Sadewa ini.Ia mengaku bangga, Pemerintah Aceh melalui Wakil Gubernur Muhammad Nazar mengatakan komit mendukung keberlangsungan pendidikan anak special needs yang ada di daerah Serambi Mekkah ini. “Saya senang sekali berkesempatan berbincang dengan Wakil Gubernur Aceh saat dijamu makan malam di rumahnya.
sumber : www.serambinews.com